Body Image: Harus Gaya?

Hari ini, tepat sehari sebelum setahun lalu saya mulai mengetik di blog ini, saya terpikir sebuah rancangan proposal yang mungkin perlu disiapkan untuk mewujudkan salah satu cita-cita saya. Cita-cita ini ada hubungannya dengan menghasilkan produk-produk yang dipakai sehari-hari. Salah satunya tentu saja produk kecantikan atau kosmetik, yang biasanya dipasarkan ke ibu-ibu dan remaja putri.

Sebagai perempuan, penampilan bisa dibilang menjadi salah satu keunggulan yang ditonjolkan. Prinsip 3B (Brain, Beauty, Behavior) yang digunakan dalam berbagai ajang pemilihan duta perempuan, juga tetap memuat unsur penampilan (red. beauty). Jadi, nggak heran kalau ibu-ibu dan remaja putri akan melakukan berbagai cara untuk menampilkan yang terbaik dari dirinya.

Sebenarnya yang perlu kita perhatikan disini adalah pengertian tentang kecantikan itu sendiri. Kalau secara etimologi atau asal katanya, kata kecantikan berasal dari kata “cantik”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia:

Cantik artinya tampak serasi antara bentuk, rupa, dan lainnya (tentang wajah, muka)

Dari sebuah survei yang dilakukan Asma Nadia di blognya (http://anadia.multiply.com/journal/item/78), jawaban responden sangat beragam. Tapi dari berbagai tanggapan itu bisa disimpulkan kalau kecantikan nggak hanya tentang penampilan, tapi juga perilaku dan wawasan. Menurut beberapa responden, cantik dari segi penampilan ditunjukkan dari bersih dan sehat terawat jadi enak untuk dilihat. Kalau dari perilaku, perempuan dibilang cantik kalau ramah, mandiri, dan nggak pilih-pilih, nggak pamrih untuk membantu orang lain. Wawasan perempuan cantik lebih dilihat dari caranya waktu menanggapi pembicaraan dengan orang lain. Berbeda lagi dengan hasil wawancara dengan beberapa remaja putri yang sedang melakukan perawatan kecantikan di mal-mal kota Jakarta (http://smallcrab.com/others/35-lain-lain/95-wanita-dan-kecantikan), kecantikan bagi mereka ada hubungannya dengan rasa percaya diri. Dan mereka yakin kalau ‘otak encer’ nggak cukup sebagai pendongkrak rasa percaya diri. Mereka merasa perlu untuk punya gaya hidup yang mengikuti tren kecantikan dan mode. Jadi, bisa disimpulkan kalau sebenarnya cantik adalah sesuatu yang sangat subjektif. Setiap orang punya definisi kecantikan masing-masing.

Cantik juga bisa didefinisikan sesuai dengan tempat, kaum, dan budaya. Kalau di Barat 'the thinner, the better', berbeda dengan Afrika yang menganggap bahwa 'the bigger, the better'. Seperti yang kita tahu, ada 5 ras utama manusia, yaitu Australoid, Kaukasoid, Khoisan, Mongoloid, dan Negroid.

Ras Khoisan adalah ras manusia yang mendiami daerah barat daya Afrika, terutama di Namibia, Bostwana, dan Afrika Selatan. Walaupun jumlah anggota ras ini tinggal beberapa ratus ribu, ras ini sangat menarik karena dianggap ras tertua atau cabang pertama yang berpisah dari ras utama manusia lainnya.

Ras Australoid adalah nama ras manusia yang mendiami bagian selatan India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia, dan Australia. Untuk kelompok di Asia Tenggara, orang asli di Malaysia dan orang Negrito di Filipina termasuk ras ini. Ciri khas utama ras ini, mereka berambut keriting hitam dan berkulit gelap. Tapi beberapa anggota ras ini di Australia berambut pirang dan lurus. Beberapa orang asli di Malaysia, kulitnya juga nggak selalu gelap, bahkan cenderung lebih cerah.

Ras Kaukasoid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan, dan India Utara. Keturunan mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara, sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan, dan Selandia Baru. Anggota ras Kaukasoid biasa disebut “berkulit putih”, tapi ini nggak selalu benar. Beberapa pakar bilang kalau orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid meski mereka berambut keriting dan berkulit gelap yang mirip dengan anggota ras Negroid. Tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.

Ras Mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania. Anggota ras Mongoloid biasanya disebut “berkulit kuning”, tapi ini juga nggak selalu benar. Misalnya saja orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap. Ciri khas utama anggota ras ini, rambutnya warna hitam lurus, punya bercak mongol sejak lahir, dan ada lipatan di mata yang biasa disebut mata sipit. Anggota ras manusia ini juga seringkali lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.

Ras Negroid adalah ras manusia yang terutama mendiami benua Afrika di sebelah selatan gurun Sahara. Keturunan mereka banyak mendiami Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Timur Tengah. Ciri khas utama anggota ras negroid ini, kulit yang berwarna gelap dan rambut keriting. Walaupun anggota ras Khoisan dan ras Australoid berkulit gelap dan berambut keriting, tapi mereka nggak termasuk ras manusia ini.

Wajah Perempuan Dunia

Dari karakteristik-karakteristik itu, harusnya kita sadar kalau sebenarnya secara fisik, manusia memang diciptakan beragam dengan ciri-ciri dan keunikannya masing-masing. Tiap-tiap bagian wajah dan badan punya bentuk sama warna yang unik sesuai dengan daerah asal nenek moyang.

Kalau begitu, pertanyaannya:

  • Apa motif orang mewarnai rambutnya?
  • Apa pertimbangan orang pakai produk mencerahkan warna kulit?
  • Apa perlu operasi plastik?
  • Haruskah ke salon? Mau apa?
  • Seberapa perlu manicure, pedicure?
  • Orang merawat diri seperti apa? Untuk apa?

Powered by Tumblr. Theme arcoiris by Jon GarcĂ­a