Siapa Saya?

Sampai umur kesekian, yakin nggak sih teman-teman kenal dengan diri sendiri? Buat memastikan itu, yuk kita coba satu aktivitas sederhana ini!

Nah! Teman-teman cukup menyiapkan reminder, boleh pakai handphone, stopwatch, atau minta bantuan teman yang lain untuk mengingatkan karena aktivitas yang akan kita lakukan ini memerlukan waktu 5 menit saja. Dan supaya hasilnya optimal, teman-teman harus benar-benar tegas menepati peringatan waktu yang sudah dipersiapkan tadi.

Sudah siap sama reminder-nya?!? Sekarang, teman-teman lanjutkan kalimat-kalimat di bawah ini supaya jadi kalimat yang lengkap. Ingat ya?! Waktunya cuma 5 menit. MULAI!!!

  1. Saya adalah …
  2. Saya adalah …
  3. Saya adalah …
  4. (Lanjutkan sampai reminder-nya bunyi! Paling banyak 20 kalimat.)

SELESAI!!!

Karena waktu sudah habis, kita hitung berapa banyak kalimat yang sudah teman-teman buat! Kalau jawaban teman-teman sebanyak:

15 - 20

Teman-teman sudah mengenali diri sendiri walau sebenarnya kurang utuh.

10 - 15

Teman-teman sudah cukup mengenali diri sendiri, tapi belum berani mengungkapkannya ke orang lain.

< 10

Teman-teman belum mengenali diri sendiri

Apa cukup sampai disini? Tentu saja nggak. Jadi, sekarang teman-teman tandai kalimat-kalimat yang sudah dilengkapi tadi!

Kasih tanda N (netral)

Kalau isi kalimatnya tentang hal-hal yang umum dan belum ada penilaian. Misalnya: nama, alamat, urutan kelahiran (anak ke…), anak dari…, pegawai…, mahasiswa…

Kasih tanda + (penilaian positif)

Kalau isi kalimatnya tentang hal-hal yang bersifat positif dan dianggap sebagai kelebihan dan kekuatan diri.

Kasih tanda - (penilaian negatif)

Kalau isi kalimatnya tentang hal-hal yang sifatnya negatif dan dianggap sebagai kelemahan diri.

Lalu bandingkan! Berapa banyak jumlah antara N, (+), sama (-) ?

Kalau lebih banyak (+), coba evaluasi lagi, sejauhmana teman-teman memahami yang (+) dibandingkan yang (-). Karena sebenarnya, kalimat-kalimat yang teman-teman beri tanda (+) itu bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Nah! Teman-teman juga perlu waspada sama jumlah kalimat yang dikasih tanda (-) karena bisa jadi itulah yang meleburkan kelebihan yang teman-teman punya. Teman-teman juga bisa membandingkannya sehari-hari. Seberapa sering teman-teman mentok sama orang lain? Seberapa sering teman-teman mengungkapkan diri ke orang lain? Apa saja yang sudah teman-teman tunjukkan ke orang lain? Intinya, apa dasarnya teman-teman bilang mampu/bisa? Karena permasalahannya, kalau teman-teman merasa mampu atau punya kelebihan tetapi orang lain tidak mengakui itu, bisa-bisa kita frustrasi sendiri.

Kalau lebih banyak (-), coba deh diperiksa lagi. Apa benar itu teman-teman? Karena bisa jadi, sebenarnya teman-teman bermasalah dengan rasa kepercayaan diri. Tanyakan sama orang lain yah!

Kalau lebih banyak N, ehm… teman-teman sepertinya menutup diri supaya orang lain nggak tahu ‘siapa sebenarnya saya’. Makanya, jawaban-jawaban untuk melengkapi kalimatnya adalah hal-hal yang sifatnya umum. Sekedar informasi, kalau kita selalu menutup diri dari orang lain, lebih banyak menunjukkan sifat-sifat yang umum di masyarakat, pastinya orang lain juga nggak akan kenal siapa kita sebenarnya. Padahal kita tahu, kalau di dunia ini nggak pernah ada yang sama persis. Bahkan anak kembar satu telur sekalipun! You’re unique, guys.

So, keep growing! Keep moving!

Powered by Tumblr. Theme arcoiris by Jon GarcĂ­a